Kebencian ini pancarkan
luka hatiku..Dan pedih hatiku selama ini,.Air mataku, lukiskan kesedihanku,..Dan
benci hatiku pada dirimu,,sungguh benci aku sangat,dan sangat benci dirimu,dan
kecewa aku ini sungguh sangat dalam...
Kebencian ,ya...
Senyawa semacam inilah yang telah
menyelimuti
Hatiku,bila teringat akanmu..
Aku benci dirimu
Yang telah membiarkanku..
Menghuni hatimu terlalu lama
Sehingga senyawa
benci ini,terus mengiringi senyawa cinta yang pernah kita semai bersama ,
dengan dinding tipis yang menyekat keduanya, yang membedakan rasa benci dan
cinta ,kini ,,telah pecah berkeping-keping, alhasil senyawa benci yang begitu
kuat ini memakan seluruh senyawa cinta yang pernah kumiliki tak tersisa. Kini hanya
kebencianlah yang berkuasa di hatiku.
Semestinya dulu..
Kau pukul mundur aku jauh-jauh
Agar senyawa ini tak tercipta,
Tapi apa daya ?
Semuanya telah menjadi bubur.
Bubur pahit yang kini,.
Harus aku telan sendiri
Aku rasakan senyawa benci ,
Dalam bubur itu kini semakin merasuk,,
Merajai seluruh otakku
Membakar seluruh jiwaku, merasuk
Ke dalam
setiap sel hatiku,
Bahkan jauh sampai,
senyawa itu menguasai setiap elemen-elemen dalam hatiku ini,semua itu adalah
wujud kemurkaan hatiku padamu yang begitu ku benci.




