Sabtu, 28 April 2012

Menulis kehampaan


Sepuluh jari jemari yang kupunya ,
Mencengkram erat sebuah pena bertinta hitam ,
Bergetar, ya .. serasa begitu berat
Tapi kucoba menarik dalam-dalam sisa nafas yang kupunya
Itupun harus kulakukan dengan susah payah,
Masih kurasa sesak di dalam dada yang semakin mencekam
Ingin tertawa melihat begitu banyak tumpahan air mata,
Seketika aku sadar , itu aku ,ya akulah yang sedang menderita
Dalam kehampaan,
‘’ kehampaan tidak datang sendiri,tapi kau sendirilah yang membiarkan kehampaan itu tinggal memenuhi rongga jiwamu “
Mengerti ?
(aku pura-pura mengerti)
Sebelum aku harus menyadari aku lah gadis kesepian itu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar