Senin, 30 April 2012

“Jeruji Hati”


Mengapa ??
Saat memejamkan kedua bola mata ini,
Wajahnya lah yang ku lihat
Saat terlelap dalam mimpi-pun suaranyalah yang ku dengar
Memutarkan kembali kisah dimana kita masih  menggenggam erat satu sama lain
Saat “janji pinguin” itu masih kita dekap erat-erat
Aku benci  !!
Memori dalam benakku , senantiasa memutar cerita yang sama
Selalu, selalu, dan selalu tentangnya
Aku bodoh ..,
Dan, memang gadis malang,
Yang tak tau , bagaimana cara menemukan
Jalan ,ya..jalan keluar dari jeruji hatinya
Hatiku..,
Ya ,hatiku seakan terpasung oleh untaian rantai baja
Terpasung, dan tak berdaya,,
Hanya terdiam, menangis,dalam kesedihan
          Kulihat dihatinya sosok lain ,
          Sosok  yang lebih dia anggap keberadaannya
          Entah apa yang merasuki  jiwaku,
          Membuatku tak mampu melangkah satu jengkal-pun
          Tujuh dewa t’lah mencoba membawa aku terbang,
          Terlepas,dan menjauh dari jeruji hatinya
          Mempertaruhkan nyawa, menawarkan segenap hatinya
          Untuk menarik tanganku keluar ,
          Untuk mentatihku berdiri dari keterpurukan yang mematikan
          Dari jeruji hatinya..
          Tapi entah apa ? yang telah ku teguk..
          Sehingga mulut ini pun tak berdaya untuk ,..
          Membalas keramahan  hati para dewa
Tapi , inilah aku yang begitu bodoh..
Yang masih membiarkan hati ini
Terjebak dalam “jeruji hatinya”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar