Sabtu, 12 April 2014

Lupa ku itu dosa

" ....bahkan, detak jantung dan desah nafas ku setiap detik ini adalah wujud belas kasih Nya padaku.."


aku tersadar kembali untuk kesekian kalinya, selama ini aku sering terlupa akan hakikat hidup yang selama ini aku jalani. Tapi, kali ini adalah puncak aku merasa begitu hina dihadapanNya, yang selama ini bahkan tak pernah membiarkan nyawaku pada hidupku saja barang sekejap. Aku begitu merasa telah tak tau diri selama ini, sering terlupa untuk mengucap syukur ketika Allah SWT mengembalikan nyawaku lagi pada matiku yang sementara,
aku sering terlupa untuk bersyukur untuk Engkau wahai Dzat Yang Maha Hidup, telah menurunkan nikmatnya, membuat seonggok badan ini mampu membuka mata nya kembali dan menjalani kehidupan yang telah Engkau rezekikan, tapi begitu nestapa nya diri ini yang masih sering mengeluh dipagi hari saat Engkau dengan rahmatMu telah membuat Fajar kembali bersinar dengan hangatnya, yang dengan terangnya menerangi alam semesta yang gelap ini.
Betapa bodoh diri ini selama ini tak pernah memohon, bersujud dan bersimpuh dihadapanMu untuk memohon hidup dikeesokan harinya,
sesungguhnya hanya Engkau lah yang berhak mengambil dan mengembalikan setiap roh yang ada dalam jasad, jika Engkau berkehendak maka terjadilah "kun fayakun",
 tapi begitu sombong nya hamba mu ini selama ini Ya Allah .. tak pernah mengingat bahwa mungkin saja besok Engkau berkehendak tidak lagi mengembalikan roh ke dalam tubuh ini lagi,
 jika engkau berkehendak ingin mempercepat perjumpaanku dengan Mu lagi ya Allah, astaghfirullohaladzim ,, astaghfirullohaladzim...astaghfirullohaladzim...
 Ampuni hamba mu yang sering terlupa ini ya Allah , sesungguhnya lupa adalah sebagian kecil dari dosa-dosa besar ku yang lain, Maha Suci Engkau Ya Ghoffar . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar